Hutan Sumatera Habitat Spesies Langka

Photo By: Komunitas Peduli Puspa Langka
http://www.facebook.com/puspalangka  
Hutan Tropis Sumatera adalah tempat pelestarian bagi habitat dari beberapa spesies yang hampir punah seperti, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, dan Badak Sumatera yang merupakan spesies Badak terkecil dan memiliki dua cula.


Luas dari Hutan Hujan Tropis Sumatera seluruhnya adalah 2,5 juta hektar yang terdiri dari 3 Taman Nasional di Sumatera, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Tempat ini juga tempat berbagai jenis tumbuhan endemik seperti, kantong semar, bunga terbesar di dunia Rafflesia Arnoldi, dan bunga tertinggi Amorphophallus titanum.



Hutan hujan tropis Sumatera harus senantiasa dijaga kelestariannya. Terutama dari ancaman penggundulan hutan, penambahan hutan untuk pertanian dan pembuatan jalan, serta perburuan. Apabila kawasan ini tidak dilindungi, maka keanekaragaman hayati yang hidup di sana terancam punah. Selain itu, hutan hujan tropis Sumatera berperan penting dalam stabilitas suplai air, ekologi, dan ekonomi, serta menekan pengaruh kekeringan dan kebakaran. 



Setidaknya 92 jenis endemis lokal telah diidentifikasi di Taman Nasional Gunung Leuser. Nominasi ini berisi populasi dari kedua bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi dan bunga tertinggi Amorphophallus titanium, tempat ini sangat penting bagi konservasi vegetasi pegunungan khusus dari properti tersebut.



Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) di Bengkulu



Upaya pelestarian dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati terutama bunga langka Rafflesia Arnoldi secara berkelanjutan terus dilakukan oleh sekelompok masyarakat Bengkulu yang mengatasnamakan Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL).  Organisasi ini terbentuk berangkat dari keprihatinan atas nasib spesies rafflesia di Bengkulu. Berawal dari jejaring social facebook pada bulan Desember 2010, orang orang yang tergabung dalam komunitas peduli puspa langka secara berkelanjutan melakukan melakukan investigasi dan monitoring puspa langka di Bengkulu.



Seperti disebut diatas, dibentuknya komunitas ini didasari oleh kepedulian terhadap puspa langka yang semakin hari semakin terancam habitatnya akibat perambahan hutan juga minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi puspa langka yg ada di Bengkulu. KPPL berharap bunga Rafflesia arnoldii, Amorphophallus (bunga kibut), Anggrek endemik Bengkulu, dan puspa lainnya dpt tumbuh aman dan terjaga, sehingga masyarakat atau dunia luar tidak hanya mengenal bunga tsb dari foto atau gambar saja tetapi berkeinginan utk datang ke habitat aslinya di hutan Bengkulu dan menikmati keelokannya, sesuai dengan sebutan Provinsi Bengkulu sebagai bumi rafflesia atau the land of rafflesia.



Menurut Sofyan (ketua KPPL) Komunitas ini memiliki anggota yang terdiri dari berbagai latar belakang ilmu dan profesi, anggotanya tidak hanya berasal dari Bengkulu, tetapi juga banyak yg berasal dari propinsi lain bahkan luar negeri.


Komunitas berharap bunga Rafflesia arnoldii, Amorphophallus (Bunga Kibut), Anggrek endemik Bengkulu, dan puspa lainnya dapat tumbuh aman dan terjaga, sehingga masyarakat atau dunia luar tidak hanya mengenal bunga tsb dari foto atau gambar saja tetapi berkeinginan utk datang ke habitat aslinya di hutan Bengkulu dan menikmati keelokannya, sesuai dengan sebutan Propinsi Bengkulu sebagai Bumi Rafflesia atau The Land of Rafflesia.


Komunitas Peduli Puspa Langka telah memberikan kontribusi positif bagi promosi wisata Rafflesia melalui blogger, website, facebook dan juga Media lokal maupun nasional, puluhan wisatawan baik domestik maupun mancanegara secara bergantian berdatangan melihat bunga Rafflesia mekar sempurna di hutan Bengkulu, salah satunya di Hutan Lindung Bukit Daun desa Tebat Monok Kepahiang. 



Share on Google Plus

About Ulayat Blog

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar