Pelayanan Jelek, Ibu-ibu Demo PDAM

Kliping BE - Puluhan warga dari beberapa Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Malabero Kota Bengkulu mendatangi kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bengkulu pada Senin (10/10) kemarin. Kedatangan para warga yang semuanya ibu rumah tangga (IRT) yang berasal dari RT 5, RT 6, RT 7 dan RT 8 Kelurahan Malabero ini untuk berunjuk rasa sebagai luapan kejengkelan karena sejak Agustus lalu sampai dengan bulan Oktober saat ini, air PDAM tidak pernah mengaliri pipa ledeng para warga dari 4 RT ini.

"Sejak puasa lalu sampai dengan saat ini, kami tidak pernah lagi menerima pasokan air PDAM. Sehingga kami ke sini untuk meminta pertanggung jawaban pihak PDAM," ujar Niar (40) salah seorang warga. Dikatakannya, pihaknya pada setiap bulannya selalu membayar air PDAM sesuai dengan tagihan yang dibebankan kepada pihaknya, walaupun kondisi ledeng di daerah mereka ini mati. "Setiap bulan kami tetap membayar, tetapi air yang mengalir tidak ada dari PDAM. Sehingga untuk keperluan memasak kami menggunakan air galon," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga lainnya Ita (30) menyampaikan jika pihaknya juga sering menyampaikan keluhan kepada pihak PDAM tentang permasalahan air ini. Tetapi sampai dengan saat ini belum juga ada realisasi perbaikan dari pihak PDAM. Sehingga sebagai solusinya pihaknya bersama-sama mendatangi kantor PDAM ini untuk meminta kejelasan. Selain setiap bulannya pihaknya tetap membayar sebesar Rp 25 ribu, pihaknya juga disulitkan dengan kebutuhan air karena kondisi air sumur juga sudah kering.

"Masa kami harus konsumsi air laut? Kami sudah lebih dari 3 kali menyampaikan keluhan, tetapi tidak juga ada pihak PDAM yang datang ke tempat kami," katanya. Sementara itu, para pendemo ini setelah menyampaikan kekecewaanya dihadapan kantor PDAM akhirnya diterima  staff bidang hubungan pelanggan. Sebab Direktur PDAM Kota Bengkulu Iksan Ramli  tidak ada ditempat. Staf Hubungan Pelanggan PDAM, Rosnelly menjelaskan perihal tata cara penyampaian keluhan konsumen kepada para pendemo yang umumnya adalah para IRT agar membuat laporan terlebih dahulu.

"Selama ini tidak ada laporan kepada kami perihal tidak mengalirnya air PDAM di daerah tersebut," katanya. Dikatakannya, pihaknya akan mencatat pengaduan masyarakat ini, sehingga pada Selasa (11/10) ini pihaknya akan menerjunkan petugas ke lapangan untuk mencari sebab matinya air PDAM didaerah Malabero ini. "Besok (hari ini, red) kami akan turunkan petugas untuk mengecek kondisi di lapangan," katanya.

Dijelaskannya, pihaknya akan menerjunkan petugas ke lapangan apabila ada pengaduan dari masyarakat mengenai pelayanan PDAM ini. Sehingga apabila ada masyarakat yang ingin melaporkan keluhannya tentang pelayanan PDAM ini bisa menghubungi pihaknya langsung baik melalui telepon ataupun datang langsung ke kamtor PDAM.

"Kami selalu merespon semua keluhan dari masyarakat, apabila keluhan tersebut dilaporkan," tandasnya.  Sementara itu massa yang mendatangi kantor PDAM sekitar pukul 12.00 WIB ini dengan tertib meninggalkan PDAM setelah mendengar penjelasan tersebut. Sebelum menginggalkan kantor PDAM ini, pihak pendemo yang terdiri dari para IRT ini mengancam akan mendatangkan massa yang lebih besar lagi apabila tuntutan pihaknya tidak direalisasikan oleh pihak PDAM. (505)

Sumber: Harian Bengkulu Ekspress

Share on Google Plus

About Ulayat Blog

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar