Harimau Masuk Desa 7 Ekor Kambing Dimangsa

Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae), mulai memasuki wilayah Kabupaten Kepahiang. Kemunculan terakhir si raja hutan tersebut, terjadi di Desa Limbur Lama Kecamatan Muara Kemumu. Hasilnya, 7 ekor kambing milik warga desa menjadi korban keganasan harimau. 

Rinciannya, lima ekor kambing hilang tanpa jejak, serta 2 ekor lagi mengalami luka cakaran (1 ekor akhirnya disembelih warga karena sakit,red). Kemunculan si raja hutan mulai sepekan ini, membuat warga desa gusar. Mereka takut, suatu saat harimau akan kembali ke desa dengan kembali menelan korban hewan peliharaan warga. Dari informasi yang diperoleh, setiap kali beraksi harimau mulai memasuki desa selalu menjelang Magrib. Saat itu, hewan peliharaan milik warga secara teratur kembali ke kandangnya masing-masing. 

Dari kondisi di atas, banyak warga yang takut keluar malam karena khawatir terhadap aktivitas Harimau pada malam hari. Kanit Tipiter Polres Kepahiang Aiptu Kadi Kardjito, menerangkan pihaknya sudah menerima adanya laporan dari warga adanya hewan peliharaan yang menjadi korban keganasan harimau. “Satu ekor kambing yang tersisa hanya mengalami luka cakaran di kakinya, sedangkan 1 kambing lagi, akhirnya disembelih karena sakit-sakitan,” ujar Kadi Kardjito Pihaknya akan berkoordinasi dengan BKSDA dan warga setempat, untuk mengantisipasi adanya kemungkinan bakal kembalinya harimau menuju desa. 

Kepada warga Desa Limbur Lama dan sekitarnya, pihaknya berharap untuk meningkatkan kewaspadaanya. Terutama lebih menjaga keselamatan diri, khususnya menjelang datangnya Magrib. “Dari informasi yang kita peroleh, Harimau mulai memasuki desa selalu saja menjelang Magrib. Warga harus waspada, jangan sampai nantinya malah menjadi korban,”

Published Ulayat Bengkulu http://harianrakyatbengkulu.com/?p=2841
Share on Google Plus

About Ulayat Blog

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar