24 Dewan Kuras APBD Rp 139 Juta

Anggaran Belanja Pembangunan Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) kembali terkuras Rp 139 juta, oleh 24 anggota DPRD yang tergabung di tiga komisi. Dalihnya, mereka berangkat studi banding dalam rangka pembahasan empat raperda yang sedang digodok saat ini. Ke-24 anggota dewan itu telah terbang ke pulau dewata Provinsi Bali, Selasa (19/4) kemarin. 

Keberadaan para wakil rakyat ini di Bali akan berlangsung selama 5 hari ke depan. Selama di sana, mereka (24 anggota DPRD,red), akan menggelar studi banding mengenai Raperda Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pemerintahan Desa, Keuangan Desa dan Pemekaran Kecamatan. 

Informasi dihimpun RB, selama perjalanan ke pulau dewata ini masing-masing anggota dewan mendapat uang saku Rp 2.250.000. Jumlah itu masih ditambah biaya akomodasi dan penginapan Rp 600 ribu, biaya transport PP Rp 1,4 juta. Jika dikalkulasi secara keseluruhan anggota dewan, total anggaran yang tersedot Rp 139 juta. Ditambah lagi biaya para pendamping dari sekretariat sebanyak 9 orang dengan total Rp 22 juta. 

Dikonfirmasi, Sekwan Benteng, Meizuar, SH, MM tidak menampik keberangkatan DPRD tersebut. Menurutnya, sesuai dengan Surat Perintah Tugas (SPT) untuk para pendamping yang ditandatanganinya, dewan berangkat selama 5 hari. ‘’Betul, keberangkatan dewan bertujuan untuk studi banding ke Bali selama 5 hari. Berangkatnya hari ini,’’ ungkap Sekwan.

Sayangnya saat ditanya soal administrasi dan teknis, Sekwan enggan berkomentar. Malah dia mengusulkan untuk bertanya langsung dengan pimpinan dan anggota dewan. ‘’Kalau soal teknis, administrasi dan keuangan jangan tanya saya. Tepatnya tanyakan langsung kepada masing-masing anggota DPRD,’’ pungkas Sekwan.

Ketua DPRD Benteng, Ferry Ramly, SH juga membenarkan kepergian 24 DPRD Benteng ke Bali. Tetapi dia membantah, kepergian anggota DPRD dikaitkan dengan jalan-jalan. ‘’Saya tidak ikut, sebanyak 24 anggota DPRD yang ke Bali. Tujuan mereka ke sana untuk studi banding soal 4 Raperda yang belum disahkan. Komitmennya kepergian mereka harus ada hasil untuk kepentingan masyarakat di Benteng,’’ demikian Ferry.
Disorot Masyarakat

Sementara itu, tokoh masyarakat Benteng Azwaer Kamidan, yang mengetahui keberangkatan 24 anggota dewan tersebut memberikan tanggapan serius. Menurutnya, perlu digarisbawahi seberapa pentingnya kepergian dewan sampai ke Bali. ‘’Kalaulah bermanfaat untuk kepentingan dan kebaikan Benteng, sah-sah saja. Namun kebanyakan yang terjadi, ajang tersebut dimanfaatkan untuk jalan-jalan,’’ tegas Azwaer.

Ditambah Azwaer, jalan-jalannya dewan ke Bali harus sesuai prosedur dan membuahkan hasil. ‘’kalau memang program studi banding ini penting, silakan saja. Tetapi usai dari jalan-jalan, selesaikan segera tugas-tugas di Benteng. Buktikan jalan-jalan itu ada hasilnya,’’ pungkas Azwaer. (rif)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/?p=2463
Share on Google Plus

About Portal Ulayat

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar