Tarif PDAM Naik, Pelayanan Buruk

Meski sudah 1,5 bulan kenaikan tarif dasar air PDAM diberlakukan, namun hingga saat ini konsumen masih saja kerap mengeluhkan pelayanan yang diberikan. Terutama menyangkut kualitas air yang keruh dan kerap macet. PDAM juga dinilai lamban melakukan perbaikan kualitas. Seperti diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kota Effendy Salim S Sos.

“Sudah hampir 2 bulan tarif dinaikkan, tapi perbaikan kualitas tak sampai 10 persen. Pipa bocor masih ditemukan dimana-mana. Air juga masih keruh dan kadang tidak hidup. Kami sering mendapatkan pengaduan dari masyarakat,” ungkap Effendy.

Padahal, lanjut Effendy, DPRD Kota menyetujui kenaikan tarif mengingat adanya komitmen dari PDAM yang tertuang dalam surat Nomor: 695/296/PDAM/XI/2010 tertanggal 12 November 2010. “PDAM melayangkan komitmen pelayanan. Enam bulan setelah kenaikan tarif akan kami evaluasi kembali. PDAM harus ingat itu,” ujarnya.

Dikatakan, dengan penyesuaian tarif yang dilakukan, PDAM telah berkomitmen meningkatkan kualitas air. Sehingga air menjadi jernih dan layak untuk dikonsumsi. PDAM akan meningkatkan kualitas pendistribusian air hingga 5 persen setiap tahun. “Adanya penambahan jaringan perpipaan bagi daerah rawan air bersih, rawan kekeringan dan daerah yang belum terjangkau jaringan perpipaan. Serta penambahan jumlah pelanggan. Kalau kualitas seperti itu, kami tidak yakin jumlah pelanggan akan bertambah,” katanya.

Selain itu, PDAM juga akan meningkatkan pelayanan kepada konsumen dengan cara membuka loket pengaduan melalui telepon, sehingga konsumen dapat menyampaikan pengaduan mengenai layanan PDAM melalui telepon tanpa harus datang ke kantor PDAM Kota Bengkulu. Menciptakan sistem pembayaran tagihan PDAM melalui sistem online dan real time yang bekerja sama dengan pihak bank/ kantor pos sehingga pembayaran tagihan PDAM dapat dilakukan melalui ATM dan SMS Banking.

Kepala Bagian Umum PDAM Bengkulu, Yanuar Pribadi SE mengatakan, pihaknya telah berusaha maksimal untuk perbaikan kualitas pelayanan. “Kadang-kadang faktor cuaca juga menjadi kendala. Hujan juga mempengaruhi kualitas air, akibatnya air menjadi keruh. Kami telah mengantisipasinya dengan menyediakan tawas,” ujar Yanuar.
Diakui Yanuar, perbaikan kualitas yang dilakukan PDAM memang belum mencapai 10 persen. Meski demikian, dia optimis perbaikan kualitas bisa dilakukan sesuai komitmen yang telah dilayangkan. “Semua tergantung dana. Perbaikan-perbaikan masih terus dilakukan. Seperti di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nelas yang sejak tahun 2002 belum pernah ada perbaikan,” katanya. 

Di IPA Nelas telah dilakukan pergantian nozzle. Dari 8 bak penampungan air dibutuhkan 8.000 nozzle. Namun yang sudah diganti baru 1.000 nozzle. “Kami akan selesaikan secara bertahap. Belum bisa katakan waktunya kapan bisa selesai. Kami berusaha semaksimal mungkin dengan waktu secepatnya. Target 6 bulan setelah tarif naik, sesuai komitmen dengan DPRD,” ungkapnya.

Seperti diketahui PDAM telah menaikkan tarif dasar air, per Februari 2011. Kenaikan tarif juga didukung oleh Surat Edaran (SE) Mendagri No 690/477/J tentang Percepatan Terhadap Peningkatan Kualitas Air Minum Tahun 2009-2013. Harga air sebelumnya Rp 1.100/m3, mengalami kenaikan Rp 2.300/m3. Direncanakan kenaikan akan dilakukan bertahap hingga mencapai Rp 4.991/m3.

Distribusi Air Bentiring Kembali Normal
Sempat macet 3 hari lantaran pipa bocor, akhirnya distribusi air bagi 1.000 pelanggan di Kelurahan Bentiring kembali normal. Perbaikan telah dilakukan Senin (14/3) lalu. Dua titik kebocoran telah diatasi. “Pipa yang bocor telah diganti dengan pipa baru, diameter 2 inchi sepanjang 3 meter. Distribusi air sudah kembali normal,” kata Yanuar.

Kebocoran pipa diakui Yanuar memang kerap terjadi. Lantaran usia pipa yang memang sudah layak diganti. “Pipa sudah lama, harusnya sudah diganti. Tapi untuk mengganti itu secara keseluruhan PDAM mengalami keterbatasan dana. Selain itu beban berat yang kerap melintas di jalan yang dilalui pipa juga menjadi penyebab kebocoran,” terangnya. (rei)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/?p=1738
Share on Google Plus

About Ulayat Blog

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar