Pelabuhan Terus Tercemar Minyak CPO Karena Tangki Bocor

Bengkulu – Kolam Pelabuhan Pulau Baai tercemar. Bukan tercemar minyak, tapi tercemar CPO (Crude Palm Oil). Pasalnya, Kapal MT. Prubayan pengangkut CPO yang kandas sejak Rabu lalu (9/3) di pintu alur masuk Pelabuhan Pulai belum berhasil dievakuasi. Akibat tangki bocor, kapal yang mengangkut 1.200 ton CPO terus mencemari laut.




Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Bengkulu Pieter HB Fina mengatakan proses evakuasi kapal belum bisa dilakukan karena hingga saat ini, muatan tangki yang berisi 1.200 ton CPO tersebut belum dipindahkan ke kapal lain. Sehingga kapal yang masih dalam keadaan berat, sangat sulit untuk ditarik keluar dari bibir alur. “Hingga kemarin belum dilakukan evakuasi, karena isi kapal belum dipindahkan,” ucapnya.

Dijelaskannya kapal yang dinakhodai oleh Muhadi baru bisa dilakukan Rabu lusa (23/3). Setelah kapal CPO lainnya datang dari Jakarta tiba di Pelabuhan Pulai Baai untuk menampung isi CPO dari kapal MT Prubayan.
“Saya sudah melakukan koordinasi dengan pemilik kapal, rencananya kapal lain yang akan menampung CPO kapal yang kandas tersebut akan tiba Selasa atau Rabu nanti, kalau kapal yang didatangkan dari Jakarta tersebut sudah tiba kami akan melakukan penarikan kembali.” terangnya.

Sementara itu, ia juga mengatakan kapal yang mempunyai 15 Anak Buah Kapal (ABK) itu masih mengeluarkan CPO ke dalam laut. Namun tidak seperti hari-hari sebelumnya, minyak mentah kelapa sawit yang dikeluarkan tidak terlalu banyak lagi. “Memang masih keluar CPO dari tangki yang bocor, namun tidak banyak, karena rupanya CPO membeku bila kena ke air laut,” terangnya.

Karena banyak kapal kandas karena alur masuk Pulai Baai yang dangkal, ia berharap, agar PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Bengkulu segera melakukan pengerukan. Apabila tidak secepatnya dikeruk, maka kedepannya banyak kapal-kapal lain terjebak di pintu masuk alur.

Sementara itu, Kadishubkominfo Provinsi, Ir Ali Berty juga berharap agar Pelindo melakukan pengerukan. Sebab, Pelindo adalah pihak yang telah mengantongi inzin dari Dirjen perhubungan laut. “Sebenarnya siapapun yang mengeruk tidak ada masalah, yang penting Bengkulu ini tidak ada masalah,” tukas Ali. (ble)
Sumber:
Gambar: http://zonametropolis.blogspot.com
Share on Google Plus

About Ulayat Blog

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar