Nyawa Gajah Digantung

Siapa yang menyangka kelangsungan hidup 18 gajah latih di Pusat Latihan Gajah Seblat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, tergantung di luar negeri. Selama ini hewan berbelalai panjang itu bisa menyambung hidup karena bantuan dari International Elephant Fund, terutama untuk kebutuhan pangan dan kesehatan.

Celakanya, sejak tiga bulan lalu bantuan dari International Elephant Fund (IEF) tak kunjung cair. Akhirnya keluarga gajah latih itu hidup dari kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bengkulu Anom Zamora, sangatlah minim jumlahnya. Padahal, kebutuhan para gajah itu tidak kurang dari Rp 20 juta dalam sebulan. Lantaran kondisi yang minim itulah gajah yang tadinya berjumlah 23 ekor kini hanya tersisa 18 ekor. Itu berarti sudah lima gajah yang mati gara-gara sakit dan sudah pasti kekurangan makanan.

”Saya tengah berupaya mencarikan dana dari pihak ketiga atau swasta,” tutur Anom Zamora kepada Antara, Kamis (17/3). Pada musim hujan seperti saat ini, kawanan gajah sangat rentan terhadap serangan penyakit, padahal pangan yang tersedia sangatlah seadanya.

Padahal, gajah-gajah latih ini memiliki berbagai keterampilan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Mereka, misalnya, bisa bermain bola serta mengusir kawanan gajah liar yang memasuki permukiman atau kebun kelapa sawit. Zamora mengatakan, sebelumnya memang ada pihak swasta yang memanfaatkan jasa gajah latih untuk mengusir kawanan gajah liar agar tidak merusak kebun sawit. Namun, kini gajah-gajah itu hanya tinggal di penampungan dengan fasilitas pangan dan kesehatan yang memprihatinkan.

Pihak KSDA sangat khawatir, jika dana dari luar negeri itu tidak segera cair, kawanan gajah yang sudah dilatih bertahun-tahun bakalan makin banyak yang rontok. Ujung-ujungnya bisa mati satu per satu. Jadi, nyawa 18 gajah yang tersisa itu kini benar-benar tergantung dari ”kemurahan” hati donatur dari luar negeri. Padahal, gajah itu ada di pelupuk mata kita.... (CAN)
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar