Defortasi hutan dan ancaman bagi petani

Luasnya keberadaan lahan tidur dan luasnya semak belukar yang terdapat di kabupaten kaur telah menjadi sebuah permasalahan tersendiri dikalangan petani. Putusnya mata rantai dalam sebuah ekosistem berdampak pada semakin meningkatnnya populasi babi hutan. Hama babi saat ini telah menjadi musuh utama masyarakat khususnya dikalangan petani. Hama babi saat ini terus merusak tanaman pertanian dan perkebunan masyarakat sehingga berdampak rusaknya lahan-lahan perkebunan masyarakat, dan menyebabkan turunnya tingkat penghasilan masyarakat, dan akan sangat sulit ditanggulanggi tanpa sebuah kerja sama antara semua pihak dan komponen yang ada.
Dalam usaha menekan tingkat kerusakan hutan tentunya diperlukan kerja sama antar semua pihak dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan tentunya menjadi hal yang mendasar untuk dilakukan, disamping itu tentunya perlu disusun sebuah rencana bersama dalam merehabilitasi kawasan hutan dan mengelola lahan-lahan terlantar menjadi lahan-lahan yang produktif dan menghasilkan.
Share on Google Plus

About Ulayat Blog

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar