Acara Jagongan Media Rakyat 2010

Perhelatan akbar 4 hari persembahan dari 40 komunitas, menggelar 40 pelatihan/diskusi, 40 stand, dimeriahkan 40 pertunjukan, dan dihadiri lebih dari 4.000 pengunjung.

Jangan lewatkan. JAGONGAN MEDIA RAKYAT 2010 di Jogja National Museum,
22-25 Juli 2010

Undangan ini dapat dilihat disini: Acara Jagongan Media Rakyat 2010


Sekretariat:
Jl. K.H. Ali Maksum No. 183 Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul,
Yogyakarta 55188 Indonesia
Telepon: 0274 ­ 7498 131 | Faks: 0274 - 411 123 | HP. 0878 3941 2789
e-mail: jagongan2010[at]combine.or.id
website: http://jagongan2010.combine.or.id
++++++++++++++++++++++++++++++++++


AGENDA SEMINAR/WORKSHOPDISKUSI
JAGONGAN MEDIA RAKYAT 2010
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Seminar Nasional "Mengembangkan Basis Data Kemiskinan dari Tingkat Desa untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia"

Persoalan kemiskinan telah mendera bangsa ini sejak republik ini berdiri. Hampir semua orde pemerintahan menjadikan kemiskinan sebagai prioritas program untuk dientaskan, sejak orde lama hingga pasca reformasi sekarang. Berbagai data statistik, menunjukan persoalan kemiskinan belum beranjak dari sebelumnya. Data-data yang juga seharusnya berperan sebagai landasan dasar pengambilan keputusan tindakan untuk penanggulangan kemiskinan juga belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Sebagai langkah untuk meninjau kembali dan membangun pengintegrasian langkah pengelolaan potensi basis data daerah di tingkat nasional maka COMBINE Resource Institution, lembaga non-pemerintah yang bergerak di bidang teknologi informasi yang berbasis di Yogyakarta, akan menggelar sebuah seminar nasional. Seminar nasional ini bertajuk ”Pengembangan Basis Data Kemiskinan dari Tingkat Desa untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia”.

Narasumber :

"Pembicara Kunci: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia - Tema:
“Pendayagunaan Data Profil Desa dan Kelurahan untuk Optimalisasi
Pengelolaan Birokrasi Daerah”

Panelis:
1. Dr. Ir. Bambang Widianto, M.A. (Deputi Wakil Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat / Sekretaris Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) - Tema: “Rencana aksi nasional untuk percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia”

2. Dr. Kecuk Suharyanto (Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik, Badan Pusat Statistik) - Tema: “Upaya pengintegrasian data statistik kemiskinan antara pusat dan daerah”

3. Bupati Bantul, D.I. Yogyakarta - Tema: “Strategi Pengelolaan Basis Data Perdesaan yang Terintegrasi di Tingkat Kabupaten”

4. Sudirman Alfian, Kepala Desa Terong, Dlingo, Bantul, D.I. Yogyakarta - Tema: “Pembangunan Basis Data Kependudukan dan Keuangan Desa dengan Aplikasi Sistem Informasi Desa”

5. Prof. Susetiawan (Staf Pengajar Fakultas Fisipol Universitas Gadjah Mada, Pusat Studi Perdesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada) - Tema: “Urgensi keakuratan data kependudukan bagi penentu kebijakan di tingkat daerah”

Moderator:
Imam Prakoso (Associate Member - COMBINE Resource Institution)

Peserta : Wakil Pemerintah Kabupaten, Lurah Desa, pegiat organisasi
masyarakat sipil, akademisi.

Waktu : Kamis, 22 Juli 2010 jam 09.00-13.00 WIB
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Membumikan Pengetahuan Melalui Konvergensi Radio Komunitas-Wikipedia

Konvergensi Radio Komunitas dan Wikipedia merupakan inisiatif untuk memperluas dan mendekatkan pengetahuan pada masyarakat akar rumput. Selama ini, Wikipedia sebagai sumber rujukan masih terbatas pada dunia internet. Sementara itu, pengguna internet di Indonesia masih terbatas pada kelas menengah atas sehingga perlu inisiatif untuk mengawinkannya dengan radio komunitas. Lewat, pengemasan pengetahuan dalam bahasa daerah, warga makin mudah mengakses pengetahuan.

Narasumber : Pengelola Wikimedia Indonesia; Pegiat Radio komunitas, Ikatan Mahasiswa Daerah

Peserta : perwakilan organisasi mahasiswa daerah di Yogyakarta, radio komunitas, pers mahasiswa, pegiat wikipedia

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 Pukul 08.30-11.30
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Membangun Sinergi Media Komunitas Akar Rumput dengan Media Kelas
Menengah

Workshop ini bertujuan untuk membangun sinergi antara media komunitas akar rumput dengan media kelas menengah dalam memperkuat isu-isu kerakyatan. Selama ini kedua kelompok media ini berjalan dengan cara pandang dan strategi masing-masing, sehingga isu permasalahan masyarakat akar rumput sering tenggelam oleh hiruk-pikuk perilaku elit.

Narasumber : Prof. Merlyna Lim, PhD (Arizona State University), Budhi
Hermanto (Pemred Suara Komunitas); Idaman Andarmosoko (fasilitator)

Peserta : Pengelola media online, komunitas blogger, pengasuh rubrik
citizen journalisme di media massa

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 jam 19.00-21.30
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Pindahkan investasi dari pasar modal ke petani, dari kota ke desa!

Penyebab utama ketimpangan ekonomi negeri ini adalah, sebagian besar uang berputar di sektor pasar modal, di kota. Bagaimana caranya memperbanyak perputaran uang di sektor riel, di desa? Ada satu metode investasi, namanya Gaduh. Secara sederhana Gaduh adalah kerjasama antara pemilik modal dengan penyedia jasa dengan sistem bagi hasil. Umumnya Gaduh diterapkan di bidang peternakan dan pertanian. Gaduh sudah
berlangsung di perdesaan sejak ratusan tahun lalu. Dengan manajemen yang profesional dan dukungan teknologi informasi yang memadai, Gaduh bisa berkembang menjadi investasi yang menjanjikan. Dalam workshop ini Pasar Komunitas membuka peluang investasi alternatif ini bukan semata sebagai cara mendapatkan laba. Investasi ini bagian dari penguatan ekonomi rakyat sekaligus pelestarian lingkungan.

Narasumber : Pengelola Pasar Komunitas, Pakar Manajemen Investasi, Aktivis Lingkungan & Pertanian Organik

Peserta : pengusaha, praktisi, akademisi

Waktu : Sabtu 24 Juli 2010 Pukul 14.00 - 16.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Membangun Jaringan Informasi Ekonomi Rakyat melalui Konvergensi Internet dan Media Komunitas

Pasar Komunitas adalah jaringan informasi untuk mendorong pengembangan ekonomi rakyat di Indonesia. Media yang digunakan untuk membangun jaringan informasi adalah internet yang dipadukan dengan media-media komunitas. Dengan perpaduan ini, pelaku ekonomi di komunitas akar rumput dapat berinteraksi dengan konsumen tanpa terbatasi ruang dan waktu.

Narasumber : Pakar Ekonomi Kerakyatan, Petani anggota Pasar Komunitas, Pemodal Pasar Komunitas

Peserta : pengusaha, praktisi, akademisi, petani, peternak

Waktu : Sabtu 24 Juli 2010 Pukul 16.00 - 18.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Membangun Media Sadar Bencana
Workshop ini kerjasama Tim Informasi-Komunikasi untuk Situasi Darurat (TIKUS DARAT) dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jogja. Workshop ini bertujuan untuk mendukung kesiapan media dalam menyampaikan pemberitaan ketika terjadi bencana.

Narasumber : Bambang (Ketua Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta)

Peserta : SK, wartawan media lokal, pegiat pers kampus

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 Pukul 14.00 - 17.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Menyunting Suara dengan Piranti Lunak Terbuka (open source) bagi Perempuan

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegiat radio komunitas perempuan dalam penyuntingan suara. Kemampuan ini akan mendorong peran serta perempuan dalam pengarusutamaan isu perempuan di radio komunitas.

Narasumber : Ambar Sari Dewi (Radio Komunitas Angkringan FM)

Peserta : perempuan pengelola radio komunitas

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Membangun Jaringan Perpustakaan Online dengan Piranti Lunak Terbuka (open source) SENAYAN

Perpustakaan adalah sumber pengetahuan yang sangat berharga. Jika antar perpustakaan terhubung menjadi sebuah katalog bersama yang bisa diakses secara online, maka akan lebih memudahkan pengguna dalam mencari sumber pengetahuan. Dengan piranti lunak Sistem Manajemen Perpustakaan SENAYAN, pengintegrasian katalog antar perpustakaan menjadi mudah dan murah untuk dilakukan.

Narasumber : Hendro Wicaksono (Pengembang SENAYAN)

Peserta : pengelola perpustakaan

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010, Pukul 13.30 - 18.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Duniaku Tidak Lagi Gelap - Workshop Penggunaan Piranti Lunak Terbuka (Open Source) untuk Kelompok Tuna Netra

Banyaknya piranti lunak yang ada tidak bisa dinikmati oleh semua warga khusunya mereka yang berkebutuhan khusus. Perkembangan teknologi terkini mampu menjembatani kelompok berkebutuhan khusus, khususnya tuna netra untuk bisa meningkatkan kemampuan dalam bidang teknologi informasi. Kelompok Tuna Netra mampu menggunakan komputer dengan piranti lunak terbuka (open source)!

Narasumber : Nanang "Boncu" dan Tim Air Putih

Peserta : Orang berkebutuhan khusus (difable)

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 jam 09.00-12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Berbagi Untuk Kesiapsiagaan Bencana - Workshop Piranti Lunak Terbuka (Open Source) SAHANA bagi pegiat Pengurangan Resiko Bencana

Tiap organisasi sosial, lembaga negara dan warga mempunyai informasi untuk kebencanaan. Namun informasi tersebut masih tersebar. Melalui SAHANA kita bisa berbagi data dan pengetahuan sebagai upaya pengurangan resiko bencana di Indonesia.

Narasumber : Personil TIKUS DARAT dan Personil Air Putih

Peserta : Lembaga yang menangani penanggulangan bencana

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Keuntungan menggunakan Ubuntu dalam berbagai ruang lingkup

Virus menjadi kata yang menakutkan bagi pengguna komputer. Ubuntu akan memberikan solusi bagi pengguna komputer 'aman' dan terhindar dari serangan virus. Akan ada banyak keuntungan lain yang akan disampaikan oleh komunitas Ubuntu Jogja bagi pengguna komputer

Narasumber : Ubuntu Jogja, Hendra

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Diskusi Free-Open Source Software (FOSS) dan Ubuntu

Diskusi membahas apa, bagaimana, dan peran piranti lunak terbuka (open
source) dan Ubuntu, khususnya di Indonesia

Narasumber : Komunitas Ubuntu Jogja

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Mengelola Sumber Daya dan Pengetahuan bagi Organisasi Masyarakat Sipil

Pengetahuan adalah sumber daya paling berharga bagi organisasi masyarakat sipil. Dengan pengetahuan yang terkelola dengan baik, organisasi masyarakat sipil akan memiliki sistem pendukung yang kuat dalam menjalankan misi organisasinya. Workshop ini akan membahas tentang metode pengelolaan pengetahuan, sekaligus peluncuran Community Media Resource Center (CMRC).

Narasumber : Idaman Andarmosoko (Pekerja Pengetahuan), Akhmad Nasir
(COMBINE), Shita Laksmi (Hivos)

Peserta : Pegiat organisasi masyarakat sipil, pengelola media komunitas

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 pkl 19.00-21.30
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Membangun Sistem Informasi Desa

Upaya membangun desa secara mandiri seringkali menjadi terkendala karena pemerintah desa sangat jarang mampu mengelola basis data dan informasi perdesaan dengan baik. Data dan informasi perdesaan merupakan syarat mutlak dalam sebuah proses perencanaan pembangunan desa. Sementara, desa hanya mendapatkan data terolah dari tingkat kabupaten dan sangat jarang mampu menyimpan data dasar secara mandiri. Padahal, desa sebenarnya mampu membangun sistem basis data dan informasi yang baik secara sederhana. Langkah-langkah teknis pemetaan data dan informasi perdesaan sebagai dasar pembangunan sistem informasi desa (SID) akan dikupas tuntas dalam sesi pelatihan singkat bersama tim pengembang aplikasi SID.

Narasumber : Elanto Wijoyono, Mart Widarto, Novi Erisa (COMBINE)

Peserta : pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di isu pemberdayaan masyarakat perdesaan, perangkat pemerintah desa, pegiat lembaga kemasyarakatan desa, akademisi, mahasiswa.

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 jam 13.30 ­ 16.30
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Workshop "Memetahijaukan Kampung Kita"

Pemetaan lingkungan sendiri dengan metode peta hijau dapat dilakukan oleh siapa san dan di mana saja. Bagaimana cara memetakan kampung atau desa kita sendiri dengan peta hijau? Potensi apa saja yang bisa dipetakan dengan peta hijau? Proses tersebut akan dilatihkan kepada peserta workshop usia dewasa dengan tujuan agar setelah mengikuti workshop ini dapat menerapkan pembuatan peta hijau di lingkungannya sendiri. Peserta workshop akan diajak untuk memetakan lingkungan di sekitar Jogja National Museum. Peta Hijau dan data temuan yang berhasil dikumpulkan oleh peserta workshop akan dikompilasi, dipresentasikan, dan didiskusikan dalam sesi workshop sehari ini.

Narasumber : Elanto Wijoyono (Koordinator Peta Hijau - Green Map
Indonesia), Maria Carmelia (Peta Hijau Yogyakarta), Punto Wijayanto
(arsitek, Junior Expert Heritage JRF, perintis Peta Hijau Yogyakarta)

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 09.00 - 15.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Workshop "Peta Hijau Anak di JMR 2010"

Bagaimana anak-anak menilai ruang atau lingkungan tempat mereka tinggal, belajar, atau bermain? Anak-anak akan dapat selalu dengan jujur menilai kualitas ruang yang melingkupi waktu-waktu hidupnya. Ruang publik di lingkungan permukiman kian tergerus keberadaannya oleh ragam bangunan dan aktivitas privat dan komersial. Kompleks situs Jogja Nasional Museum (JNM) yang luas dan terbuka pun sangat potensial menjadi ruang publik bagi anak, terutama anak-anak sekitar JNM. Anak-anak usia kelas 4 dan 5 SD yang datang dari luar lingkungan Gampingan, Wirobrajan akan dipertemukan dengan anak-anak setempat yang berusia sama. Mereka secara bersama-sama akan diajak untuk menilai kualitas ruang publik di JNM yang memiliki potensi kebermanfaatan bagi anak yang besar. Hasil pemetahijauan oleh anak ini akan menjadi data masukan bagi panitia JMR 2010 dan manajemen JNM dalam proses pengelolaan ruang untuk kegiatan.

Narasumber : Elanto Wijoyono (Koordinator Peta Hijau - Green Map Indonesia), Maria Carmelia (Peta Hijau Yogyakarta), Punto Wijayanto (arsitek, Junior Expert Heritage JRF, perintis Peta Hijau Yogyakarta), Agung Satiya (Peta Hijau, pakar burung Yayasan Kutilang)

Peserta : perwakilan siswa kelas 4 dan 5 dari 15 SD di Yogyakarta, anak-anak usia kelas 4 ­ 5 SD dari kampung/permukiman sekitar JNM

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00 (3 jam)
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Workshop: Jelajah Desa yang Mendunia

Mengabarkan potensi desa ke masyarakat dunia bisa dilakukan tanpa beranjak jauh dari desa sendiri. Dengan bekal pengetahuan tentang potensi dan situasi perdesaan, masyarakat desa bisa memperkenalkan desanya kepada khalayak. Jika dapat mengemasnya dengan cerdas maka upaya sederhana ini bisa menjadi mengagumkan. Memang saat ini sudah ada begitu banyak teknologi informasi yang dapat digunakan untuk melakukan promosi. Namun, perlu ada strategi dan kemampuan khusus untuk melayani dan mengelola kunjungan yang terjadi ke desa setelahnya. Promosi yang gencar dan mahal bisa jadi tak berguna ketika tak ada pelayanan yang baik, memuaskan, dan juga bermanfaat ketika orang-orang telah memutuskan datang berkunjung ke desa. Pengalaman berbagi informasi tentang desa (dan kampung) ke dunia luas dan mengelola kunjungan di lapangan telah banyak dilakoni oleh beberapa warga di Kotagede (Yogyakarta), Borobudur (Magelang), dan Sentolo (Kulon Progo). Bagaimana upaya yang sama dapat dilakukan dan dikembangkan di desa-desa yang lain akan dikupas habis dalam acara diskusi ini.

Narasumber : M. Natsier (Kanthil Kotagede), Towil (Paguyuban Onthel
Jogja - Podjok), Jack Priyana (Jaringan Kerja Kepariwisataan - Jaker
Borobudur)

Peserta : kelompok masyarakat pegiat pariwisata desa, Dinas Pariwisata Kabupaten/kota, dinas kebudayaan kabupaten/kota, dewan kebudayaan kabupaten/kota/provinsi, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di pemberdayaan sosial ekonomi perdesaan, akademisi di bidang pariwisata dan kebudayaan, wartawan media massa, pegiat wisata komersial (ASITA, HPI, travel agent, dan asosiasi tour guide lainnya).

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 jam 08.30 - 11.30
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Diskusi Media & Buruh Migran: “Mengelola informasi, Melindungi Buruh
Migran”

Upaya untuk memperbaiki nasib buruh migran Indonesia sangat mungkin dilakukan melalui pengelolaan informasi. Pelbagai pengalaman yang Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Rumah Teknologi untuk TKI (Mahnetik) menunjukkan bahwa buruh migran, keluarga dan pemegang kebijakan lainnya dapat dipertemukan dalam sebuah sistem pertukaran informasi. Sistem tersebut memungkinkan TKI untuk melakukan penginformasian seputar pengalaman dan situasi terkini di negeri tempat bekerja.

Narasumber : Sri Aryani (TIFA Jakarta), Lily Purwani (Seruni Banyumas),
Yayah (PPSW Sukabumi)


Peserta : Masyarakat umum


Waktu : Kamis, 22 Juli 2010 Pukul 19.00 - 21.30


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Membongkar Gurita Lapindo di Sidoarjo

Semburan lumpur Lapindo telah menenggelamkan tiga kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, yaitu Kecamatan Tanggulangin, Kecamatan Porong, dan Kecamatan Jabon. Kini, semburan lumpur Lapindo tidak sekadar bencana alam akibat kegagalan teknologi, namun telah menimbulkan bencana lainnya, seperti pencemaran lingkungan, konflik sosial dan kemiskinan. Selama tiga tahun, para korban terusir dari tempat tinggalnya dan hidup dalam kecemasan. Dalam acara ini para korban lumpur Lapindo akan menceritakan kondisi mereka yang telah dibukukan dalam 29 Catatan Menolak Tunduk dan Hendro Sangkoyo, seorang aktivis lingkungan, akan memaparkan data-data konspirasi negara-teknokrat dibalik bencana ini.

Narasumber : Akhmad Novik dkk, (Korban Lumpur Lapindo), Dr. Hendro
Sangkoyo (Sekolah Ekonomi Demokratik)

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 pukul 14.00-17.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Workshop: “Memindahkan” Himalaya Melalui Surat Pembaca

Surat pembaca oleh kebanyakan orang dianggap sebagai rubrik di media cetak yang kurang berharga. Namun sebenarnya surat pembaca bisa dimanfaatkan untuk banyak hal; menjadi bagian dari pilar demokrasi, mempromosikan ketrampilan menulis, memfasilitasi dialog lintas generasi, dan berbagi pengetahuan. Adalah Epistoholik Indonesia, komunitas penulis surat pembaca yang anggotanya tersebar di perbagai kota di Indonesia. Slogan yang mereka pilih adalah episto ergo sum, saya menulis surat pembaca karena saya ada. Workshop ini akan memberi gambaran lebih jauh tentang surat pembaca.

Narasumber : Bambang Haryanto (Pendiri Komunitas Epistoholik Indonesia)

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 jam 13.30 - 18.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Workshop : Memotret Dunia dari Lubang Jarum

Kegiatan ini akan membekali warga dalam proses memotret kehidupannya dengan alat yang murah dan sederhana. Kamera bukan lagi barang mahal! Workshop ini akan menjelaskan tentang cara merakit dan menggunakan kamera foto dari kaleng dan kardus bekas.

Narasumber : Abdulah Rofi'i dan Tim PinHole Indonesia

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 jam 09.00-12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Memanfaatkan Media Online untuk Memaksimalkan Potensi Komunitas

Dunia maya menjadi dua mata pisau yang siap menjadi kawan dan lawan.
Menjadi kawan jika kita bisa mengoptimalkan. Potensi komunitas bisa
tersalurkan melalui media maya.

Narasumber : senyum kita.com

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 19.00 - 21.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Pertama Mengaburkan!! : Menjadi Penonton TV yang Cerdas!

Diskusi dan workshop ini bertujuan untuk membekali para pengunjung khususnya ibu rumah tangga untuk lebih bijak dan cerdas menikmati tayangan televisi.

Narasumber : Lukas Ispandriarno (Universitas Atmajaya Yogyakarta)

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 Pukul 14.00 - 18.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Diskusi “Media Komunitas yang Ramah”

Diskusi ini akan mengulas dan mengkritisi media-media yang diproduksi oleh komunitas tapi justru mengandung bias dan berdampak kontraproduktif bagi perjuangan komunitas.

Narasumber : Mukhotib MD (PKBI Yogyakarta)

Peserta : Pegiat organisasi masyarakat sipil, pengelola media komunitas

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Menata Radio Komunitas Tanpa Sweeping

Radio komunitas adalah Lembaga Penyiaran yang diakui dalam UU no 32 Tahun 2002. Saat ini radio komunitas di Indonesia mengalami peningkatan jumlah yang cukup pesat. Dalam pengelolaannya, radio komunitas sangat bermanfaat bagi komunitasnya. Ironisnya masih banyak radio komunitas yang belum berijin. Dirjen Postel melalui kantor-kantor Balai Monitoring melakukan sweeping terhadap radio komunitas yang belum berijin. Workshop ini akan membahas seluk beluk perijinan bagi radio komunitas sehingga bisa terhindar dari sweeping.

Narasumber : Balai Monitoring dan Orbit Satelit Jateng dan DIY, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng dan DIY, Koordinator Radio Komunitas Lintas Merapi FM (Klaten), Koordinator Radio Komunitas Kampung Laut FM (Cilacap)

Peserta : Pegiat radio komunitas, komisioner KPID

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 jam 13.30 - 18.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Pertukaran Video Melalui Media Online

Banyaknya kelompok pegiat film dengan ribuan karyanya yang terserak. Melalui kemajuan perkembangan media online bisa terjadi pertukaran dan pengarispan karya. Engage Media akan memberikan gambaran kerja berjejaring bagi pegiat film komunitas

Narasumber : Engage Media

Peserta : Pegiat media komunitas, khususnya video

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 13.30 - 18.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Diskusi Film Banyumasan

Geliat film komunitas di tanah Banyumasan khususnya Purbalingga menjadi bahan pembicaraan di berbagai wilayah. Dengan tetap menggunakan bahasa Banyumasan di setiap karyanya memancing banyak diskusi. Bowo Leksono siap berbagi pengalaman dalam menggeliatkan kembali film-film 'genre khusus' Purbalingga

Narasumber : Bowo Leksono (Kelompok Film Purbalingga)

Peserta : Pegiat media komunitas dan pemerhati media komunitas

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 19.30 - 21.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Pemutaran Film dan Lauching Buku "Video Komunitas"

Launching dan diskusi Buku Video Komunitas yang berisi tentang pengalaman pembuataan dan penggunaan video di kerja-kerja permberdayaan dan penguatan komunitas di Maluku, Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi. Ditulis oleh lembaga/LSM,organisasi pendamping dan komunitas yang didampingi secara bersama-sama.dimana akan ada pembicara dari Yayasan Kampung Halaman dan volunteer dari Yayasan Kampung Halaman.

Narasumber : Yayasan Kampung Halaman

Peserta : Pelajar SMA

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 jam 19.00 - 21.30
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Pemutaran Film dan Sharing Jalan Remaja

Jalan Remaja 1208: Sekolah Kehidupanku adalah refleksi remaja Indonesia di Hari Remaja Internasional yang diperingati tiap 12 Agustus. Kegiatan yang dimulai sejak tahun 2009, terdiri dari workshop media berbasis isu remaja kepada 215 peserta di 19 daerah di seluruh Indonesia, melibatkan 22 komunitas partner lokal pada kegiatan ini. Dilanjutkan dengan pemutaran serentak di hari remaja tersebut oleh partner komunitas dan dapat ditonton di www.jalanremaja1208.org.

Narasumber : Tim Kampung Halaman

Peserta : Kelompok remaja

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 Pukul 14.00 - 18.00 dan Sabtu, 24 Juli 2010
Pukul 13.30 - 18.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Komunikasi dalam seni visual dan penyampaian informasi melalui internet
oleh IVAA

Bagaimana jika seni menikahi dunia maya. Para pegiat dan calon pegiat
seni mampu melihat peluang dari perkawinan ini.

Narasumber : Indonesian Visual Art Archive (IVAA)

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 13.30 - 18.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Workshop Inovasi Sosial

Enterpenuer atau jiwa wirausaha masih sangat minim dimiliki oleh kaum muda. Workshop ini membagi semangat untuk berinovasi.

Narasumber : Komunitas Senyumkita

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Cukil Pesanmu! - Workshop Membuat Poster Cukil

Menyampaikan pesan melalui media cukil.

Narasumber : Komunitas Taring Padi

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Jangan Buang Sepedamu!! - Workshop daur ulang sepeda

Sampah sepeda hanya menjadi rongsokan atau dijual. Di workshop ini kita bisa memanfaatkan sepada bekas menjadi lebih indah dan layak pakai
kembali

Narasumber : Kelompok Sepeda Tinggi

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 13.30 - 18.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Merajut Masa Depan - Workshop rajut

Rajut masih menjadi kemampuan yang terbatas bagi kalangan. Kelompok muda di Jogja akan berbagi cara-cara merajut

Narasumber : Ajeng (Komunitas Poyeng)

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2010 Pukul 13.30 - 18.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Sampah itu Emas! - Workshop daur ulang sampah

Sampah terus berserakan. Berbagai pihak belum bisa membendung pergerakan sampah. Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) Salatiga akan berbagi dalam mengelola dan mendaurulang sampah.

Narasumber : Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) Salatiga, Jawa Tengah

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Memahat Masa Lalu - Workshop memahat batu

Relief di candi merupakan maha karya para warga masa lalu. Dalam masa kekinian kemampuan membuat relief makin punah. Kelompok anak muda Muntilan akan berbagi kemampuan memahat batu.

Narasumber : Komunitas Rumah Pelangi Muntilan, Jawa Tengah

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Indahnnya Keramikku! - workshop membuat keramik tanah liat

Membuat keramik itu mudah dan bisa dilakukan siapapun. Keramik menjadi media untuk mengekpresikan diri. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) akan menjadi teman daam belajar keramik tanah liat

Narasumber : Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Jogja

Peserta : Masyarakat umum

Waktu : Jumat, 23 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Mendongeng Bersama Mas Bejo

Setiap hari ketika kita masih kecil, dongeng seolah menjadi santapa lezat setiap hari. Siapa saja bisa mendongeng untuk kita, atau untuk anak kita, teman kita, saudara kita; semuanya. Dengan tambahan peraga, seperti boneka, dongeng akan lebih menarik dan menyenangkan. Dongeng-dongeng berisi cerita kebaikan yang dibalut dalam kisah fabel atau legenda merupakan media pendidikan yang sangat baik untuk terus dilestarikan. Bersama Mas Bejo, kita akan mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan dongeng yang menyegarkan. Jika ingin belajar mendongeng dengan boneka peraga, Mas Bejo dengan senang hati akan mengajarkannya kepada kita.

Narasumber : Bejo Jogja

Peserta : Anak-anak usia SD kelas 3 - 6, umum

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Wisata Tanah Liat

Imajinasi dapat dibangun melalui bentuk-bentuk tanah liat. Dengan ekspresi sentuhan dan remasan tanah liat dengan tangan, anak-anak dan orang dewasa dapat mengeksplorasi gagasan-gagasan imajinatif mereka ke dalam rupa karya tiga dimensi. Belajar membuat karya dengan tanah liat secara sederhana, dengan cetakan atau langsung dengan tanah, dapat dipelajari bersama kelompok belajar Eltigo. Karya tanah liat yang dihasilkan dapat dipajang di stand pameran dan dibawa pulang sebagai kenang-kenangan hasil belajar.

Narasumber : Eltigo, Drawing & Clay Class

Peserta : Anak-anak usia SD kelas 3 - 6, umum

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Yang Berbeda Yang Berkarya

Diskusi bertajuk “yang berbeda, yang berkarya” merupakan sebuah ekspresi dari kegelisahan anak-anak muda yang berkreasi di komunitas coret atas situasi intoleransi yang menggejala di kalangan anak muda. Intoleransi tersebut kerap berupa ketertutupan beberapa kelompok anak muda terhadap yang lian, kekerasan antar kelompok serta diskriminasi terhadap kelompok minoritas tertentu di beberapa lembaga pendidikan.

Narasumber : Fathulloh Muzamil (Infest)

Peserta : Siswa SMA di Yogyakarta

Waktu : Minggu, 25 Juli 2010 Pukul 09.00 - 12.00
--


Office
COMBINE Resource Intitution
Jl. KH Ali Maksum No 183 Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul
Telp/fax : 0274 - 411 123
Website: www.combine.or.id



Sumber: http://jagongan2010.combine.or.id
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar