Layanan Data Makin Menjanjikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah booming bisnis halo-halo lewat telepon seluler, kini perusahaan telekomunikasi tengah berlomba menawarkan layanan data. Memang, kontribusi bisnis komunikasi data terhadap pendapatan total perusahaan telekomunikasi masih terbilang rendah.

Namun para pebisnis telekomunikasi yakin, kontribusi layanan data akan membesar seiring dengan perjalanan waktu. Alasan paling sederhana yang dilontarkan analis dan pelaku pasar telekomunikasi adalah, penetrasi bisnis layanan data, termasuk internet, masih sangat rendah. Sedang sisi permintaan cenderung terus meningkat.

Emiten telekomunikasi yang mulal merasakan manisnya bisnis data adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Tahun lalu, layanan data menyumbang 29 persen dari total pendapatan TLKM senilai Rp 64,6 triliun. "Pendapatan Telkom dari layanan data naik hingga 20 persen," kata Analis Asia Kapitalindo Securities, Boedi Gautama.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) kecipratan rezeki yang lebih besar lagi. Sepanjang 2009, pendapatan EXCL dari layanan data melonjak hingga 269 persen. "Kondisi ini didukung tingginya penetrasi BlackBerry dan telepon genggam, yang memiliki kemampuan GPRS," ujar Presiden Direktur EXCL, Hasnul Suhaimi.

Menjamurnya situs jejaring sosial membuat kapasitas pemakaian data dan internet makin membesar. Analis BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi, melihat, bisnis data akan tumbuh seiring peralihan kebiasaan komunikasi. "Pertumbuhannya bisa 7 persen tahun," kata dia.

Potensi pasar data yang luas memancing operator yang semula konservatif untuk terjun ke kompetisi ini. Ambil contoh PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Setelah konsisten dengan layanan pesan (SMS) dan suara (voice), anak per usahaan Grup Bakrie itu akhirnya menawarkan layanan data di akhir 2009.

Perlu stimulus

Analis Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu, melihat, bisnis data berpeluang menyalip pasar voice seluler yang selama ini menopang kinerja operator telekomunikasi. Hal ini bisa terwujud apabila operator telekomunikasi mampu membaca perkembangan dan kebutuhan pasar.

Menurut Chandra, ada beberapa hal yang patut dicermati dari bisnis data dan internet. Misalnya, aplikasi layanan. Selama ini, kata dia, belum ada aplikasi yang bisa memenuhi kebutuhan pengusaha kecil. Aplikasi itu bisa berbentuk m-banking, online trading, atau lainnya. "Upaya TLKM untuk mengembangkan aplikasi dan jaringan cukup tepat," ujar Chandra.

Selanjutnya, perusahaan telekomunikasi perlu membangun jaringan yang kuat dan luas. Jangan sampai ketika pengguna sudah banyak, ternyata layanan macet. Lalu, harga perangkat data mesti terjangkau. "Jika BlackBerry makin murah, tentunya pasar semakin luas," imbuh Candra. Jika operator sudah siap, tinggal konsumen yang menentukan.(KONTAN/Avanty Nurdiana)

Sumber:
Kompas.com
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar