Nokia Bidik 4,5 Juta Petani Jabar

Bandung - Produsen ponsel Nokia mengklaim konten pertanian yang disajikannya melalui aplikasi Nokia Life Tools akan sangat membantu kehidupan para petani.

Andreas Santoso, Business Development Manager Emerging Market Service Nokia Indonesia, memperkirakan ada 4,5 juta jiwa petani di Jawa Barat yang bisa dibidik sebagai pasar utama pengguna aplikasi ponselnya.

Demikian diungkapkan dia usai acara peluncuran Nokia Life Tools di Ballroom Hotel Hilton Bandung, Jalan HOS Cokroaminoto, Kamis petang (3/12/2009).

"Dengan mayoritas petani dan area cakupan operator yang cukup luas, kami harap seri Life Tools ini dapat diminati masyarakat Jabar. Apalagi, kontennya memang sangat menguntungkan bagi petani," katanya.

Andreas mengungkapkan data dari BPS Jabar menyebutkan, 26,8% penduduk Jabar memiliki mata pencarian sebagai petani. "Ini profesi terbanyak di Jabar. Dan ini merupakan pasar yang cukup besar," ungkap.

Di sisi lain, lanjut dia, operator seluler di Indonesia pada tahun depan
diperkirakan akan kian agresif menggarap wilayah pedesaan tempat domisili petani. "Kebanyakan jenuh di perkotaan. Ini membuat cakupan areal akan semakin luas," katanya.

Dengan fitur konten seperti harga komoditas, informasi pestisida, hingga prakiraan
cuaca, vendor terbesar ini menyediakannya dalam delapan seri Life Tools mulai dari Nokia 2323, 2330, 2700, 1280, 1616, 1800, 220, dan 2690.

"Rentang harga antara Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta. Ini sesuai dengan segmennya," pungkasnya.
( afz / rou )

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2009/12/04/075911/1253815/319/nokia-bidik-45-juta-petani-jabar
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar