Mengintip Bisnis Mobile TV di Negeri Paman Sam

San Diego - Kisah sukses bagaimana 'menyulap' ponsel menjadi alat hiburan personal tidaklah isapan jempol belaka. Di Amerika Serikat misalnya, bisnis mobile TV kian menggila dengan layanan hampir mencakup seluruh wilayah negeri Paman Sam.

FLO TV -- demikian nama produk tersebut -- merupakan layanan mobile TV realtime yang dijalankan oleh anak perusahaan Qualcomm Incorporated.

Dijelaskan Neville Meijers, Senior Vice President & General Manager Media FLO Technologies, alasan di balik layar kenapa perusahaan yang diperkuatnya tersebut meluncurkan layanan mobile TV adalah karena semakin menjamurnya pengguna ponsel. Tak hanya jutaan, jumlahnya di seluruh dunia diestimasi sudah di angka miliaran.

"Ponsel itu kemudian bisa dimanfaatkan lebih dari sekadar alat komunikasi, salah satunya disulap menjadi alat hiburan yang dapat menemani pengguna di manapun mereka berada," ujarnya kepada sejumlah wartawan -- termasuk detikINET -- yang berkunjung ke kantor Media FLO Technologies, di San Diego, Amerika Serikat.

Layanan mobile TV yang dijalankan Media FLO di AS sudah berjalan selama 2 tahun. Mereka tidaklah bekerja sendiri, tetapi menggandeng sejumlah partner, mulai dari penyedia konten (stasiun TV) dan operator telekomunikasi untuk mendistribusikan konten mereka ke pengguna ponsel.

Awal kerja sama Media FLO dengan operator telekomunikasi dimulai dengan Verizon Wireless pada 2007. Setahun berselang, layanan ini memperluas pasarnya dengan menggaet operator lain yakni AT&T.

Tarif, Baterai dan ChannelSebagai value added services, tentu ada biaya tambahan yang mengiringi pengguna jika ingin mendapatkan layanan ini. Untuk pasar AS, layanan mobile TV dari kedua operator di atas dibanderol dengan tarif US$ 15 selama sebulan. Pengguna sudah bisa menikmati beragam tayangan mulai dari film, berita, hingga acara olahraga.

Selama 30 hari itu, pengguna bakal mendapatkan 11 chanel yang sama antara pelanggan Verizon dan AT&T serta 2 chanel tambahan yang berbeda. Dengan kata lain, total ada 13 tayangan yang mereka dapatkan.

Pengguna bebas menikmati chanel-chanel tersebut. Hanya saja, untuk pemilihan konten diserahkan ke pemilik jaringan. "Untuk di AS pemilik jaringan penyiarannya dimiliki oleh Media FLO Technologies, maka kami yang memilih chanel. Tapi kalau di Jepang, karena pemilik jaringan adalah operator setempat, KDDI, maka mereka yang punya kuasa," jelas Meijers.

Memang untuk bisa menjalankan ini tak bisa dilakukan oleh semua ponsel, namun hanya bagi perangkat genggam dengan chip yang sudah support FLO TV.

Ketika dijajal detikINET, tampilan gambar yang dihasilkan layanan ini terbilang jernih, sedangkan untuk masalah suara tergantung dari speaker ponsel yang digunakan.

"Daya tahan baterai ketika menjalankan FLO TV sama dengan talktime. Jadi kalau talktime ponsel Anda 4 jam, maka Anda juga bisa menikmati layanan mobile TV ini selama 4 jam," tukas Meijers.

Proses dan Tantangan
Proses bagaimana tayangan FLO TV hingga sampai ke tangan pengguna ponsel berasal dari beberapa tahap. Pertama adalah proses drowning, yaitu didapatnya konten-konten tayangan dari sejumlah penyedia konten yang ditransfer melalui satelit atau kabel serat optik.

Kemudian berlanjut ke proses programming dan media care technology, di mana tayangan yang masih 'mentah' tersebut diolah untuk dikemas lebih lanjut. Apakah akan langsung disiarkan, ditunda dan dikemas sedemikian rupa untuk disesuaikan untuk pengguna ponsel.

Setelah 'bahan' tayangan sudah jadi, langkah selanjutnya adalah diupload dan didistribusikan melalui satelit. Tak lama setelahnya pun tayangan tersebut sudah bisa user nikmati.

Dengan kapasitas frekuensi 6 MHz, Media FLO Technologies hanya mampu mengelola sekitar 20 chanel. Dikatakan Meijers, jumlah tersebut sudah maksimal, namun untuk jumlah pengguna yang bisa ditampung tak terbatas.

Inilah tantangan yang harus dihadapi di bisnis mobile TV, yaitu bagaimana mendapatkan frekuensi yang sesuai dan memadai. "Kalau bisa frekuensi yang single agar kualitas tayangan yang dihasilkan lebih baik, namun itu tergantung dari regulator telekomunikasi di setiap negara," pungkasnya.

Sebagai tambahan, selain AS, Jepang sudah berkali-kali melakukan uji coba mobile TV dan diharapkan lisensi untuk layanan ini sudah bisa dikeluarkan pemerintah setempat. Sementara negara lain yang juga sedang mencoba-coba adalah Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia.

( ash / wsh )

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2009/10/07/152223/1217104/317/mengintip-bisnis-mobile-tv-di-negeri-paman-sam
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar