Mari Beralih ke Digital Mobile TV

JAKARTA, KOMPAS.com — Tren perkembangan televisi nampaknya akan segera beralih dari siaran analog menjadi digital. Dengan menggunakan media, seperti telepon genggam, personal digital assistance (PDA), maupun notebook, penonton akan ditawarkan tayangan televisi digital dengan kualitas yang lebih baik.

Hal ini dimungkinkan dengan mulai diujicobakannya siaran televisi digital untuk penerimaan bergerak (mobile TV) oleh Departemen Komunikasi dan Informasi, pada Senin (3/8). Uji coba ini merupakan kelanjutan setelah sebelumnya, pada Mei 2009, Depkominfo meluncurkan uji coba untuk siaran digital penerimaan televisi tetap.

Peluncuran uji coba ini diharapkan akan mengawali era baru bagi masyarakat Indonesia dalam menonton pada televisi bergerak. "Teknologi siaran televisi digital diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa kemudahan-kemudahan bagi masyarakat," kata Menteri Komunikasi dan Informasi Mohammad Nuh dalam sambutannya pada peluncuran uji coba tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Menkominfo secara simbolik menyerahkan handset berupa telepon genggam penerima siaran televisi digital kepada Agni Pratistha dan Annisa Septi sebagai duta Digital Mobile TV.

Menurut Annisa, siaran televisi digital ini akan memberikan sebuah kenyamanan baru dalam menikmati hiburan bagi orang-orang yang aktif dan dinamis seperti dirinya. "Sebagai mahasiswi dengan aktivitas yang cukup padat, siaran ini dapat memberikan hiburan dengan kualitas terbaik di tengah kesibukan saya," ujar mahasiswi pada Universitas Trisakti ini.

Jika sebelumnya masyarakat biasa disuguhi tayangan dengan siaran analog yang kualitasnya bergantung pada frekuensi siaran. Maka, dengan siaran televisi digital, penonton akan disuguhi tayangan dengan kualitas gambar yang prima dan tajam karena tidak lagi bergantung pada frekuensi pemancar.

Penonton juga akan dimanjakan dengan kualitas gambar yang stabil, sekalipun berada dalam kendaraan yang melaju kencang. Kualitas ini dimungkinkan dengan adanya teknologi pada siaran televisi digital yang melakukan konvergensi antara gambar (video), data (internet), dan suara (voice).

Untuk sementara ini, masyarakat dapat menikmati siaran uji coba yang diselenggarakan oleh dua konsorsium yang ditunjuk oleh Depkominfo, yakni Konsorsium Tren Mobile TV dan Konsorsium Telkom-Telkomsel-Indonusa.

Tren Mobile TV merupakan konsorsium dari MNC Group, RCTI, Global TV, TPI, dan Infokom Elektrindo. Pada siarannya, Tren Mobile TV menyajikan 11 kanal, antara lain siaran TVRI, RCTI, TPI, Global TV, Aljazeera, CNN, dan sebagainya.

Adapun Konsorsium Telkom-Telkomsel-Indonusa menawarkan delapan saluran, anatara lain MGM, National Geographic Channel, Tensports, CNN, TVRI, dan lainnya.

Walau demikian, meski menawarkan kualitas dan kenyamanan baru dalam menonton televisi, siaran digital kedua konsorsium tersebut saat ini baru dapat dinikmati oleh sebagian warga Jakarta. Dengan menggunakan sistem OMBICASS pada kanal 24 UHF dengan pemancar yang terpasang di Menara Kebon Sirih, saat ini siaran Tren Mobile TV baru menjangkau wilayah Jakarta Pusat.

Adapun siaran Telkom-Telkomsel-Indonusa akan menjangkau wilayah Jakarta Pusat dan sebagian Jakarta Selatan. Siaran yang menggunakan dua pemancar pada Gedung Kementerian Negara BUMN dan Gedung Kantor Telkom Jalan Gatot Subroto ini dapat disaksikan pada kanal 26 UHF dengan menggunakan single-frequency network (SFN).

Menurut Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi (SKDI) Depkominfo Freddy Tulung, adanya siaran digital pada televisi bergerak ini diharapkan semakin menumbuhkan dunia industri kreatif Indonesia. "Semoga dengan uji coba pada siaran digital mobile TV ini akan semakin mengembangkan dunia industri, terutama industri kreatif di Indonesia," pungkas Freddy. Tertarik untuk mulai beralih ke TV digital?

C11-09

Sumber=
http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/03/20180862/mari.beralih.ke.digital.mobile.tv
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar