Gajah Sumatera di Bengkulu Tinggal 100 Ekor

Kamis, 28 Agustus 2008

formatnews - Bengkulu 28/8 (ANTARA) : POPULASI gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu terus menurun, jika data tahun 2001 menunjukkan populasi gajah Sumatera sebanyak 200 hingga 400 ekor, kini tinggal 100 ekor.

"Populasi saat ini tidak lebih dari 100 ekor, dalam kurun waktu 7 tahun kalau kita pakai data terkecil yang 200 ekor, nanti tahun 2014 gajah Sumatera akan punah. dan kalau kita pakai data 400 ekor, Gajah sumatera akan punah pada tahun 2011." kata koordinator Mitigasi Konflik Manusia Gajah ( MKMG) Flora Fauna International (FFI), David Gusman, Kamis.

Menurutnya, jumlah tersebut terdistribusi sebanyak 50 ekor di Hutan Produksi Terbatas ( HPT) Air Teramang, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko dan 50 ekor hidup dikawasan Hutan Produksi Peruntukan Khusus Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara Seluas 6850 Ha.

David mengatakan, populasi gajah Sumatera di Bengkulu merupakan yang terkecil di Pulau Sumatera. Populasi terbesar terdapat di Nangroe Aceh Darussalam dan Riau.

Penurunan populasi Gajah Sumatera sebagian besar diakibatkan fragmentasi kawasan hutan yang menjadi habitat gajah untuk areal perkebunan, peladangan dan pemukiman. Fragmentasi ini sebagian besar dilakukan secara ilegal.

"Perambahan hutan produksi terus berlangsung di sekitar habitat gajah dan tidak ada upaya pencegahan dari pihak terkait" kata David.

Kondisi ini mengakibatkan kasus konflik antara gajah dan manusia semakin meningkat. Sejak November 2006 hingga Juni 2007, MKMG mencatat sebanyak empat ekor gajah Sumatera ditemukan mati. Dua ekor karena keracunan, satu ekor mati dibunuh dan satu ekor lagi mati karena mengalami sakit.

"Yang mati keracunan belum bisa dipastikan disengaja masyarakat atau karena gajah itu mati setelah memakan sawit yang diberi racun untuk mengamankan tanaman tersebut dari hama," jelasnya.***

Sumber=
http://www.formatnews.com/?act=view&newsid=5453&cat=10
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar