Habitat makin Menyempit - Gajah Sumatera Terancam Punah

02 Feb 2007 08:32 wib

PEKANBARU (RiauInfo): Kelestarian gajah Sumatera semakin terancam. Gajah-gajah tersebut dikhawatirkan akan segera punah dalam waktu dekat ini karena habitat mereka semakin sempit saja karena ulah dari manusia.

Direktur Eksekutif WWF Indonesia, Mubariq Ahmad kepada wartawan kemaren di Pekanbaru membenarkan makin krisisnya habitat gajah Sumatera itu. "Makanya kita berharap rencana perluasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) segera direalisasikan," ujarnya.

Dikatakannya, dengan semakin berkurangnya hutan alam dan kawasan-kawasan konservasi, maka habitat gajah Sumatera saat ini semakin kritis saja. Hal ini terjadi karena kawasan konservasi dan habitat gajah di beberapa wilayah termasuk di Taman Nasional Tesso Nilo masih dalam keadaan terancam.

Dia menegaskan bahwa perluasan TNTN ini memang sangat mendesak dilakukan. Makanya dalam pertemuan dengan gubernur selaku ketua penasehat Yayasan Tesso Nilo, pihaknya meminta segera dilakukan perluasan ini.

Namun menurutnya, wewenang perluasan TNTN ini memang bukan semata pada gubernur. ''Sekarang memang dalam proses di Departemen Kehutanan. Kita masih menunggu keputusan menteri kehutanan,'' ujarnya.

Kawasan TNTN saat ini memiliki luas 38 ribu hektare. Rencananya kawasan konservasi gajah Sumatera ini akan diperluas menjadi 100 ribu hektare. Namun perluasan itu tentu saja akan memiliki konsekuensi, yakni adanya kawasan Hak Penguasaan Hutan (HPH) milik perusahaan yang akan terpakai. Padahal HPH beberapa perusahaan itu masih berlaku setidaknya di atas kertas.

Menurut Mubariq, kawasan HPH yang akan menjadi kawasan TNTN ini bisa dikatakan tak aktif lagi. Makanya menurutnya Menhut dapat saja mencabut HPH tersebut karena diterlantarkan. Menurut ketentuannya, jika HPH diterlantarkan, maka izinnya bisa dicabut. Kawasan TNTN sendiri dinilai sebagai kawasan konservasi gajah yang masih bagus di Riau, khususnya di Sumatera bagian tengah.

Di TNTN sendiri diprediksi terdapat sebanyak 70 hingga 90 ekor gajah. Satu ekor gajah diperkirakan memerlukan wilayah jelajah hingga 500 sampai 1000 hektare. Makanya, dengan tambahan kawasan ini, kemungkinan hanya bisa menambah populasi gajah ke TNTN 10 hingga 20 ekor saja.(Ad)

Sumber : http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=10&id=253
Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar