Kondisi Fisik dan Fasilitas PKG Seblat

Fasilitas-fasilitas yang ada di PKG Seblat masih belum memadai untuk suatu pengawasan secara maksimal (sudah banyak yang rusak). Sarana pengelolaan yang sudah ada berupa sebuah kantor, ruang klinik, 2 buah runk, ruang informasi, 4 buah barak pawang yang juga digunakan sebagai tempat para tamu yang ingin menginap, sebuah gudang, dan lapangan pelatihan tidak beratap serta lapangan tempat pengikatan gajah dimalam hari. Sarana tersebut dibangun pada lahan seluas ± 2 ha.

Sarana dan prasarana pendukung kegiatan di PKG Seblat antara lain berupa jalan koral dan jembatan gantung sebagai penghubung PKG dengan daerah yang ada di seberang sungai. Kondisi prasarana jalan sekarang berupa batuan koral, sedangkan kondisi jembatan gantung yang ada sekarang rusak berat dan tidak bisa berfungsi lagi. Kondisi ini menyebabkan akses ke PKG terganggu. Keadaan ini juga mempersulit pengunjung masuk kedalam PKG, masuk ke kawasan PKG saat ini menggunakan perahu sebagai alat bantu penyebrangan.

Topografi dan Sumber Air

PKG Seblat secara umum mempunyai topografi datar sampai bergelombang dengan ketinggian (56-113) m dari permukaan laut. Kawasan dibagian utara relatif lebih datar dibandingkan dengan bagian selatan.

Sungai merupakan bagian yang sangat penting sebagai fungsi hidrologi dan tata air disuatu kawasan. Kawasan PKG termasuk dalam daerah aliran sungai (DAS) Seblat dengan anak sungai yang terdapat di dalam kawasan PKG antara lain air Tenang, air Senaba, air Sabai, air Kuyang, dan air Kebarau, selain itu didalam kawasan juga dijumpai rawa-rawa.
Air Sungai Seblat dan sebagian besar anakan sungai akan mengalir sepanjang tahun, dan hanya sebagian kecil anakan sungai tersebut sangat dipengaruhi oleh keadaan musim. Rawa yang ada di dalam kawasan PKG memiliki bentuk seperti kolam dengan air yang cukup bagus dan besar. Rawa tersebut dapat dijadikan sebagai tempat minum dan memandikan gajah.

Iklim, Curah Hujan dan Suhu

Berdasarkan data hujan 6 tahun (1993-1998), curah hujan di sekitar kawasan PKG Seblat sebesar 3.309 mm per tahun dengan hari hujan rata-rata sebesar 148 hari per tahun. Curah hujan tertinggi sebesar 411,7 mm yang terjadi dalam bulan Desember dan terendah sebesar 180,0 mm yang terjadi dalam bulan Agustus. Hari hujan maksimum terjadi pada bulan Januari, yaitu sebanyak 16,5 hari dan hari hujan minimum terjadi pada bulan September yaitu sebanyak 8,3 hari. Dari informasi di atas tidak dijumpai bulan-bulan kering atau hujan merata sepanjang tahun. Sehingga menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, kawasan PLG Seblat termasuk ke dalam tipe iklim A.

Berdasarkan data tahun 1985-1994 dari Badan Meteorology dan Geofisika Bengkulu, diketahui bahwa suhu udara rata-rata berkisar dari 26.6°C sampai dengan 27.7°C, suhu maksimum rata-rata bulanan berkisar antara 31.3°C sampai dengan 32.4°C dan suhu minimum rata-rata bulanan berkisar antara 21.3°C sampai dengan 22.3°C. Perbedaan suhu pada setiap bulannya kecil sekali dan dapat dikatakan merata disepanjang tahun. Kelembaban udara rata-rata 86 % dengan kecepatan angin berkisar antara 7.2 sampai 13.3 knots/jam.

Daya Tarik

Hasil pengamatan di lapangan diketahui bahwa Kabupaten Bengkulu Utara memiliki beberapa tempat yang berpotensi sebagai obyek wisata alam. Dari beberapa tempat tersebut PKG Seblat merupakan sebuah kawasan yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata alam di Kabupaten Bengkulu Utara. PKG Seblat terletak di dua kabuapaten, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Muko-Muko. Lama perjalanan dari Kota Bengkulu ke PKG Seblat kurang lebih selama 3 jam. Sebagian dari obyek wisata alam di Bengkulu telah dimanfaatkan dan dikembangkan.

Daya Tarik Obyek Wisata Alam di PKG Seblat antara lain adalah :
- Atraksi gajah
- Pemandangan alam
- Sungai seblat
- Flora (Hutan dataran rendah)
- Fauna (gajah sumatera, rusa, harimau sumatera, lutung, babi hutan, burung rangkong, dll)


Daya tarik utama tempat ini adalah satwa gajah dan hutan dataran rendah. Kegiatan rekreasi yang dapat dilakukan di dalam kawasan adalah atraksi gajah, rally gajah, hiking, pengamatan satwa/burung sambil menunggangi gajah, memancing dan susur sungai dengan gajah.

Sarana wisata di PKG Seblat belum begitu memadai untuk kegiatan pariwisata. Di PKG Seblat baru tersedia camp/penginapan yang digunakan untuk para pawang gajah, klinik untuk perawatan gajah, pos informasi, instalasi air dan generator listrik. Perlu penambahan beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan pariwisata, seperti sarana jalan menuju kawasan, cafetaria, kios cinderamata, parkir dan jembatan penyebrangan/sarana penyeberangan yang memadai.
Beberapa alasan pemilihan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat sebagai obyek pariwisata antara lain:
(a) Terdapatnya satwa langka yaitu gajah di Kabupaten Bengkulu Utara
(b) Di dalam kawasan PKG kaya akan berbagai jenis satwa
(c) Topografi yang unik dan tempatnya tidak jauh dari sumber air (dekat dengan sungai seblat)
(d) Jalan menuju lokasi melewati jalan lintas barat, yaitu jalan menuju Kota Padang Sumatera Barat

Share on Google Plus

About Loenbun Saja

Ulayat Adalah Organisasi Non Pemerintah yang didirikan pada tanggal 26 januari 2000 di Bengkulu. Aktivitas utama Ulayat meliputi pelayanan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, melakukan pemantauan kasus-kasus kehutanan dan perkebunan, melakukan inventarisasi model-model pengelolaan sumberdaya alam berbasis rakyat dan advokasi kebijakan lingkungan di Indonesia.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar